Bawaslu Kalsel Menjadi Titik Pusat Pendidikan Pengawas Partisipatif
|
Virtual zoom meeting Bawaslu Kalsel dengan agenda Persiapan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) oleh Bawaslu RI , Rabu, (11/6/2025) / Foto: Reno
Banjarmasin, Bawaslu Kalsel - Bawaslu Republik Indonesia memilih Bawaslu Kalsel sebagai salah satu titik pusat pengembangan pendidikan pengawas partisipatif. Hal itu menyusul upaya Bawaslu Kalsel yang terus memperkuat keterlibatan masyarakat selama Pemilu 2024 lalu. Rabu, (11/6/2025).
Oleh karena itu dalam virtual zoom meeting Persiapan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) oleh Bawaslu RI , Banjarmasin terungkap, dalam upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu, Bawaslu Kalsel menyiapkan langkah strategis , salah satunya dengan menggelar kegiatan pendidikan pengawas partisipatif bagi para kader ,pemilih pemula dan masyarakat.
Anggota Bawaslu Kalsel, Thessa Aji Budiono yang juga Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kalsel menyambut positif dipilihnya Kalsel sebagai salah satu pusat kegiatan pendidikan pengawas partisipatif utamanya menghadapi pemilu 2029 mendatang.
Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan amanat dari Undang -Undang dan Peraturan Bawaslu Nomor 2 Tahun 2023 tentang pangawasan partisipatif. Ia menjelaskan, pelibatan masyarakat dalam pengawasan perlu dilakukan sejak dini terutama proses politik menuju pemilu 2029 mendatang.
" Bawaslu Kalsel telah menyiapkan Pendidikan Pengawas Partisipatif, pelibatan masyarakat dalam proses politik sangat penting untuk meredam apatisme politik utamanya dalam pemilu. Masyarakat dapat memantau,menyampaikan informasi bahkan melaporkan informasi dugaan pelanggaran pemilu "
jelas Thessa
Seperti diketahui pada Pemilu 2024 lalu, Bawaslu Kalsel banyak melibatkan masyarakat dalam pengawasan Pemilu. Sejumlah kegiatan pengawasan partisipatif digelar baik berupa sosialisasi dan pendidikan paengawasan partisipatif , Forum Warga , Pojok Pengawasan,Kampung pengawasan partisipatif bahkan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan organisasi keagamaan , suku bangsa , dan organisasi masyarakat lainnya.
Program Pendidikan Pengawas Partisipatif yang dilakukan Bawaslu sendiri bertujuan untuk pengembangan kapasitas pengawasan pemilu partisipatif yang berkesinambungan ,sehingga meningkatkan kapasitas pengawas pemilu partisipatif yang berfungsi secara efektif dan membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pengawasan pemilu.
