Eksistensi Pasca Pemilu, Bawaslu Kalsel Fokus Edukasi Politik
|
Banjarmasin, Bawaslu Kalsel - Berakhirnya tahapan Pemilihan Serentak 2024 tidak membuat langkah Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan terhenti. Memasuki masa non-tahapan di awal tahun 2026, lembaga pengawas demokrasi ini justru semakin gencar memperkuat kelembagaan dan memperluas jangkauan edukasi politik ke masyarakat luas. Kamis (15/1/2026).
Ketua Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono, menegaskan bahwa eksistensi Bawaslu di masa non-tahapan sangat krusial untuk menjaga nalar demokrasi masyarakat. Menurutnya, pendidikan politik tidak boleh hanya bersifat musiman.
Dalam rapat koordinasi bersama jajaran bawaslu kabupaten/kota melalui zoom meeting Aries menegaskan bahwa masa non-tahapan waktu untuk pengawas pemilu masuk ke masyarakat.
"Justru di masa non-tahapan inilah waktu yang tepat bagi kami untuk masuk ke masyarakat. Kami memberikan edukasi bahwa Pemilu bukan sekadar mencoblos, tapi sarana kedaulatan untuk menghasilkan pemimpin berintegritas," ujar Aries
Dengan berbagai langkah proaktif ini, Bawaslu Kalsel membuktikan bahwa peran pengawas pemilu tetap vital sebagai penjaga integritas demokrasi, baik di dalam maupun di luar masa kompetisi politik.
|
| |
|
|
|
Penulis: Edwin
Foto: Edwin