Diskusi PAMALI CURANG: Bawaslu Kalsel Ajak Mahasiswa Lawan Politik Uang
|
Banjarmasin, Bawaslu Kalsel - Dalam program PAMALI CURANG (Pengawasan Aktif MAsyarakat meLawanI KeCURANGan), Bawaslu Kalsel mengajak mahasiswa menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan pelanggaran Pemilu, salah satunya dengan bersama-sama mencegah dan melawan praktik politik uang, kantor Bawaslu Kalsel. Rabu, (12/8/2026).
Mengangkat tema “Dampak Politik Uang dalam Pemilu”, kegiatan ini diikuti mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), UIN Antasari Banjarmasin, dan Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban).
Anggota Bawaslu Kalsel Thessa Aji Budiono menjelaskan pentingnya peran strategis mahasiswa untuk ikut mengedukasi dan mengawasi masyarakat terhadap bahaya politik uang.
“Mahasiswa bukan hanya pemilih, tapi punya posisi strategis untuk mengedukasi lingkungan sekitar, mengawasi, serta melaporkan jika menemukan dugaan praktik politik uang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Thessa yang menjadi narasumber.
Thessa menambahkan, politik uang merupakan persoalan yang dapat mengganggu kualitas demokrasi dan integritas Pemilu. Terjadinya politik transaksional dapat memengaruhi pilihan politik masyarakat, sehingga pilihan tidak lagi didasarkan pada hati nurani, kapasitas, dan integritas calon, melainkan karena adanya imbalan atau keuntungan tertentu.
Praktik politik uang juga berpotensi mendorong lahirnya budaya politik transaksional serta membuka ruang terjadinya korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Program PAMALI CURANG yang juga merupakan bagian dari upaya konsolidasi demokrasi Bawaslu Kalsel ini berupaya membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menolak segala bentuk kecurangan dalam Pemilu. Melalui diskusi yang dikemas santai namun tetap substantif, Bawaslu Kalsel mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk menjadi bagian dari pengawasan partisipatif dalam menyongsong Pemilu 2029 yang berintegritas.
|
|
|
Penulis: Reno
Foto: Yudha