Hak dan jaminan setiap warga negara untuk diperlakukan sama oleh Negara telah terkandung dalam Pasal 27, Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hal tersebut pun menjadi landasan Pasal 25 Kovenan International tentang hak – hak sipil dan politik bagi warga negara untuk dapat memilih dan dipilih pada Pemilihan Umum. Berkelindan dengan hal tersebut Ketua Bawaslu Kalsel; Erna Kasypiah saat menerima audiensi Organisasi Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas (PPUAD) Kalsel, menjelaskan bahwasannya antara pemilih secara umum dengan pemilih yang memiliki disabilitas pada hakikatnya memiliki hak yang sama. Banjarmasin (2/6/2022)

Dia menambahkan sejak awal Bawaslu Kalsel juga memiliki perhatian untuk dapat melibatkan peran serta komunitas difabel pada pelaksanaan pemilihan umum, semaksimal mungkin.  

“Dilapangan, Bawaslu selalu berupaya bagaimana kawan – kawan difabel dapat terlibat melakukan pengawasan aktif dan menyuarakan isu – isu demokrasi. Karena memang ada perbedaan ranah tanggungjawab antara KPU, Bawaslu dengan DKPP dalam penyelenggaraan pemilu.”

Erna Kasypiah

Ketua, Bawaslu Kalsel

Pelibatan peran serta masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif mengawasi merupakan salah satu spirit Bawaslu. Partisipasi yang diharapkan pun terkait bagaimana masyarakat dapat turut mengawasi, melaporkan dugaan pelanggaraan dan mengajak masyarakat lainnya untuk tidak terlibat dalam praktek pelanggaran pemilu.

Salah satu anggota PPUAD; Wawan Setiawan mengungkapkan harapannya terkait daftar pemilih bagi kelompok difabel. Dia berharap, saat masyarakat yang memiliki disabilitas dapat teridentifikasi saat melakukan perekaman E-KTP. Dari E-KTP tersebut secara otomatis dapat memilah pengguna hak pilih yang memiliki disabilitas.

“Saya berharap, Pemilih Difabel dapat secara otomatis terpilah berdasarkan data E-KTP. Ketika daftar pemilih berbasis E-KTP ini bisa otomatis terpilah, jadi by system oleh dukcapil.”

Wawan Setiawan

Anggota PPUAD, Kalsel

Sependapat terkait data pemilih yang memang memiliki segelumit permasalahan yang berpengaruh terhadap ekosistem penyelenggaraan pemilu. Erna menjelaskan pemilahan data pemilih memang seharusnya disampaikan juga kepada KPU oleh kawan – kawan dari PPAUD, tutupnya.

Audiensi Organisasi PPUAD disambut hangat oleh Ketua Bawaslu Kalsel; Erna Kasypiah bersama Kepala Sekretariat Bawaslu Kalsel; T. Dahsya K. Putra dan jajarannya.

Foto

Henry