Melalui Upaya Preventif, Bawaslu Kalsel Sukses Perkuat Pencegahan Pelanggaran di Pemilihan 2024
|
(tengah) Kordiv Pencegahan Bawaslu Kalsel, Thessa Aji Budiono saat memberikan sambutan pada giat Ngabuburit yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Kandangan, Sabtu(22/03/2025) / Foto: Bagus
Kandangan, Bawaslu Kalsel – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terus memperkuat strategi pencegahan untuk memastikan penyelenggaraan Pemilihan berjalan dengan jujur dan adil. Ketua Bawaslu Hulu Sungai Selatan, Hasnan Fauzan, melaporkan bahwa selama tahapan pemilihan tahun 2024, pihaknya tidak menerima laporan atau menemukan dugaan pelanggaran signifikan. Hal ini berkat upaya preventif yang diterapkan sejak awal, sehingga potensi pelanggaran dapat dicegah sebelum terjadi, Sabtu(22/03/2025).
Dalam diskusi yang dipimpin oleh Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Kalsel, Thessa Aji Budiono dan Akademisi Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan, Akhmad Zaki Zamani menyoroti bagaimana pengawasan pemilihan kini telah bertransformasi dengan dukungan teknologi. Sistem pelaporan digital seperti Siwaslu dan Sirekap menjadi alat yang membantu transparansi dan efektivitas pengawasan, menggantikan metode konvensional yang lebih terbatas.
Thessa juga menyebutkan salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam Pilkada 2024 adalah praktik politik uang. Meskipun isu ini masih menjadi perhatian, penindakan terhadap pelaku politik uang memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam aspek pembuktian hukum. Ia menegaskan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tugas pertama Bawaslu adalah mencegah politik uang agar tidak merusak integritas pemilihan.
"Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, tugas pertama Bawaslu adalah mencegah politik uang agar tidak merusak integritas pemilihan. Upaya ini telah dilakukan melalui berbagai program sosialisasi, edukasi masyarakat, serta kerja sama dengan pemerintah dan perguruan tinggi untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pengawasan pemilihan."
Tegasnya
Ia menyebutkan kasus politik uang pada Pilkada 2024 yang berhasil ditangani oleh Bawaslu Kalsel di beberapa kabupaten, seperti Kotabaru Dua Temuan dan Hulu Sungai Tengah Tiga Laporan, menunjukkan bahwa pencegahan tetap menjadi prioritas utama. Ia juga menghimbau masyarakat agar kedepan tidak hanya melaporkan dugaan pelanggaran tetapi juga menolak segala bentuk politik uang sejak awal.
Melalui pendekatan yang lebih inklusif dan berbasis teknologi, Bawaslu terus berkomitmen untuk menjaga integritas pemilihan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
