Lompat ke isi utama

Berita

Dobrak Praktek Tua, Wujudkan Pemilu yang Riang Gembira

Dobrak Praktek Tua, Wujudkan Pemilu yang Riang Gembira

(memakai kopiah) Ketua Bawaslu Kalsel; Aries Mardiono saat menyampaikan materi pada giat Kanal Pemilu yang diselenggarakan atas kerjasama TVRI Kalsel, KPU Kalsel, Bawaslu Kalsel di Banjarmasin, Kamis(16/11/2023)/Foto: Isya.

Banjarmasin, Bawaslu Kalsel - Ketua Bawaslu Kalsel; Aries Mardiono jelaskan bahwasannya praktek politik uang adalah praktek lama, praktek tua. Pemuda bukan tentang usia, namun tentang gagasan pembaruan. Pemuda harus dapat mendobrak praktek tua dengan membawa semangat riang gembira dan serius yang artinya kegembiraan tanpa menghilangkan makna, substansi penyelenggaraan Pemilu, Kamis(16/11/2023).

“politik uang adalah praktek lama, praktek tua dimana anak muda harus dapat mendobrak praktek tua tersebut.”

jelas Aries

Setiap kali mendekati pemilu, para calon peserta pemilu mengumbar janji manis kepada masyarakat. Tidak jarang juga sebagian dari mereka menebar amplop berisikan uang atau bingkisan sembako. Praktik ini akhirnya memunculkan para pemimpin yang hanya peduli kepentingan pribadi dan golongan, bukan masyarakat yang memilihnya.

Rilis Data KPU Kalsel tentang Klasifikasi Daftar Pemilih Tetap berdasarkan usia menyebutkan sebanyak 34,85% pemilih adalah pemilih yang lahir antara tahun 1981-1996(Gen Milenial) dan sebanyak 23,53% pemilih adalah pemilih yang lahir antara tahun 1997 keatas(Gen Z). Jika ditotal sebanyak 58,38% pemilih di Provinsi Kalimantan Selatan adalah pemuda umurnya dibawah 40 tahun.

Data tersebut digunakan TVRI Kalsel selenggarakan gelaran Pilihan Rakyat Pemilu Damai Riang Gembira yang menggandeng KPU Kalsel, Bawaslu Kalsel dengan peserta pemuda dari kalangan mahasiswa di Banjarmasin.

Pemerhati Sosial; I.B.G. Dharma Putra menuturkan Generasi Muda mayoritas memiliki kecerdasan tipe kinestetik yang tidak mudah diperdaya dengan omongan namun secara holistik adalah pembaca yang hebat.

“gen z adalah tipe kinestetik yang tidak hanya percaya pada omongan, namun secara holistik, pembaca hebat. Mampu membedakan mana yang berita, mana yang informasi, mana yang independen atau partisan, mana informasi memiliki disparitas logis(ketidaksamaan yang mencolok).”

tutur Dharma

Aries juga melanjutkan Pemilu sebagai sarana pergantian kepemimpinan yang formal, jangan sampai pemilu membuat kita tercerai berai. Menurutnya Pemilu mestinya disambut riang gembira karena melalui pemilu itulah saatnya kita mengavaluasi apakah pemimpin saat ini layak memimpin kembali atau perlu adanya regenerasi / pembaruan.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle