Lompat ke isi utama

Berita

Deklarasi Pemilu Damai MUI Kalsel dan Bawaslu Kalsel

Deklarasi Pemilu Damai MUI Kalsel dan Bawaslu Kalsel

Jajaran Pimpinan MUI Kalsel bersama Bawaslu Kalsel saat membacakan deklarasi pemilu damai yang dilaksanakan di Banjarmasin, Kamis(21/12/2023)/Foto: Edwin

Banjarmasin, Bawaslu Kalsel - Mendukung pelaksanaan pemilu 2024 yang aman, lancar dan tertib tanpa hoaks dan sentimen agama yang memecah belah umat Islam , serta selalu menjunjung tinggi etika dan akhlak dalam proses pemilu , termasuk menyerukan untuk menolak politik uang dan segala bentuk intimidasi di Provinsi Kalimantan Selatan. Demikian isi pernyataan deklarasi Pemilu Damai Majelis Ulama Indonesia MUI Kalimantan Selatan yang dibacakan bersama oleh pengurus dan anggota MUI Kalsel dan Bawaslu Kalsel di Banjarmasin , Kamis (21/12/2023)

Sekretaris Komisi Da'wah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kalsel H.M Mobarak mengatakan, kegiatan ini menjadi penting dan patut diapresiasi. Menurutnya, untuk menghindari sentimen agama yang bisa berujung memecah belah umat Islam, salah satunya adalah dengan tetap menjaga kenetralan tempat ibadah yang dapat disalahgunakan untuk kepentingan politik tertentu .

"Independensi rumah ibadah harus terlepas daripada kepentingan politik pragmatis ",

jelas H. M. Mubarak

Sementara itu Ketua Bawaslu Kalsel Aries Mardiono kembali menekankan pentingnya menjunjung tinggi netralitas dalam pemilu 2024. Momen pemilu diakui Aries memang menarik untuk didiskusikan di kalangan masyarakat saat ini . Namun menurutnya, hal itu jangan sampai menjadi momok yang justru dapat merusak persatuan bangsa .

" Kontestasi politik tidak perlu menjadi sarana pemecah belah umat ",

jelas Aries

Anggota Bawaslu Kalsel Thessa Aji Budiono mengatakan , keberadaan ulama dan tokoh agama di masyarakat Kalsel sangat berpengaruh dalam cara berpikir dan cara bertindak. Sebagian besar masyarakat Kalsel cenderung mengikuti arah pemikiran ulama dan para tokoh agama nya .

" Harapan kita dengan menggandeng para ulama hari ini dapat meningkatkan pengawasan partisipatif , menolak bersama politik uang , dan menjaga kedamaian dan kerukunan dalam pemilu 2024 "

ujar Thessa

Selain MUI Kalsel ,kegiatan deklarasi pemilu damai yang juga dikemas dengan kegiatan dialog ini juga dihadiri oleh sejumlah pengurus masjid di wilayah ini . Pasalnya, masjid memiliki peran besar bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, sejatinya masjid adalah pusat peradaban bagi umat Islam. Oleh karena itu masjid harus terlepas dari politisasi tempat ibadah demi kepentingan politik tertentu dalam pemilu 2024. MUI sebagai lembaga independen yang mewadahi para ulama, zu'ama, dan cendikiawan Islam untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam di Indonesia mempunyai peranan sangat penting dalam hal ini .

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle